Cerita Bijak Motivasi

CeritaBijakMotivasi.Com adalah situs kumpulan kata mutiara dan cerita motivasi nomer 1 di indonesia. Kedepan CeritaBijakMotivasi.Com akan menyediakan kumpulan cerita bijak motivasi, termasuk cerita bijak tentang hidup, cerita bijak kristen, cerita motivasi inspirasi, cerita bijak motivasi, cerita teladan dan kisah bijak.

Serta kumpulan kata bijak dan kata-kata mutiara seperti kata bijak cinta islami, kata bijak kristen, wise word, love word, kata kata cinta, puisi cinta dan quotes orang orang sukses maupun gagal.

Landasan Pernikahan

Jika landasan pernikahan adalah karena SEX, maka pasangan rajin bertengkar jika pelayanan dikamar tidur tidak memuaskan.

Jika landasan pernikahan adalah karena HARTA, maka pasangan bakal bubar jika bangkrut.

Jika landasan pernikahan adalah karena TUBUH, pasangan bakal lari jika rambut beruban dan muka keriput atau badan jadi gendut.

Jika landasan pernikahan adalah karena ANAK, maka pasangan akan cari alasan untuk pergi jika buah hati (anak) tidak hadir.

Jika landasan pernikahan adalah karena KEPRIBADIAN, pasangan akan lari jika orang berubah tingkah lakunya.

Jika landasan pernikahan adalah karena CINTA, hati manusia itu tidak tetap dan mudah terpikat pada hal-hal yang lebih baik, lagi pula manusia yang dicintai pasti MATI.

Jika landasan pernikahan adalah karena IBADAH kepada ALLAH, sesungguhnya ALLAH itu KEKAL dan MAHA PEMBERI HIDUP kepada makhluknya.

Lingkungan Sama Dengan Pikiran

Suatu ketika seorang pria menelepon Norman Vincent Peale. Ia tampak sedih.Tidak ada lagi yang dimilikinya dalam hidup ini. Norman mengundang pria itu untuk datang ke kantornya.

“Semuanya telah hilang. Tak ada harapan lagi,” kata pria itu.

“Aku sekarang hidup dalam kegelapan yang amat dalam. Aku telah kehilangan hidup ini”.

Norman Vincent Peale, penulis buku “The Power of Positive Thinking”, tersenyum penuh simpati.

“Mari kita pelajari keadaan anda,” katanya Norman dengan lembut.

Pada selembar kertas ia menggambar sebuah garis lurus dari atas ke bawah tepat di tengah-tengah halaman. Ia menyarankan agar pada kolom kiri pria itu menuliskan apa-apa yang telah hilang dari hidupnya. Sedangkan pada kolom kanan, ia menulis apa-apa yang masih tersisa.

Seorang Petani Dan Putrinya

Alkisah, bertahun-tahun silam di sebuah desa kecil tinggallah seorang petani yang malangnya memiliki utang sangat banyak kepada seorang lintah darat di desa itu. Si lintah darat itu, yang berhati culas, sangat menyukai putri sang petani yang cantik. Jadilah, si lintah darat mengajukan suatu perjanjian. Katanya ia akan menghapus seluruh utang sang petani jika si lintah darat itu bisa menikahi putrinya. Sang petani maupun putrinya sangat terkejut begitu mendengar usulan itu.

Si lintah darat itu menjelaskan, ia ingin agar semuanya berlangsung “adil”. Maka, ia akan memasukkan sebutir kerikil hitam dan putih ke dalam sebuah kantong uang yang kosong. Lalu, si gadis harus mengambil satu kerikil dari kantong itu.

1) Jika si gadis mengambil kerikil hitam, ia akan menjadi istri si lintah darat dan utang ayahnya akan dihapus.
2) Jika si gadis mengambil kerikil putih, ia tidak perlu menikahi si lintah darat tapi utang ayahnya masih bisa dihapus.
3) Jika si gadis menolak mengambil satu kerikil, ayahnya akan dipenjara.

Berani Beraksi

Perjalanan seribu mil dimulai dengan langkah pertama’. Pesan moral dari kata-kata mutiara pendek ini adalah tindakan. Action is POWER! Kita mungkin punya impian indah dan segudang rencana, tapi semua itu tidak akan menghasilkan apapun, jika kita tidak berani Action. Seperti akar kata motivasi dalam bahasa Inggris, berasal dari kata ‘motive’ (tujuan) & ‘action’ (tindakan). Jadi dalam hidup, harus ada tujuan dan tindakan.

Paksa diri kita untuk mengayunkan kaki, menggerakkan tangan, dan tubuh. Maka pikiran dan jiwa akan merespon, membuat kita terus bergerak. Langkah pertama pasti akan terasa berat dan melelahkan. Namun itu akan menjadi penentu bagi langkah-langkah kita berikutnya.

Pria Dan Seekor Keledai

Alkisah ada seorang pria dan anak laki-lakinya pergi ke pasar dengan membawa keledai mereka. Saat berjalan di pinggir jalan, mereka berpapasan dengan seorang warga desa. Orang itu berkata, “Payah sekali, buat apa bawa keledai kalau tidak dinaiki?”

Setelah itu, pria pemilik keledai menaikkan anaknya ke atas keledai dan mereka meneruskan perjalanan. Tapi sesaat kemudian, mereka kembali berpas-pasan dengan sekelompok pria. Salah satu dari mereka berkata, “Lihat anak malas itu. Ayahnya dibiarkan berjalan sedang dia sendiri naik di atas keledai.”

Kemudian, pria itu menyuruh anaknya turun dan dia sendiri naik ke atas keledai. Tetapi, mereka belum berjalan jauh ketika mereka bertemu dengan dua wanita. Salah satu dari wanita itu berkata pada temannya, “Tak tahu malu orang udik itu. Masa anak kecilnya dibiarkan berjalan.”

Pola Pikir Yang Berbeda

Suatu kali, sebuah keluarga yang cukup harmonis mengalami ujian yang cukup sulit. Sang ayah yang merupakan pencari nafkah satu-satunya, sakit keras. Karena itulah, sang ibu dan dua anak kembar mereka yang masih berusia belasan, terpaksa harus bekerja keras. Sang ibu membuat kue, dan kedua anak mereka menjualnya sembari berangkat ke sekolah.

Dalam masa enam bulan itu, kondisi sang ayah terus memburuk. Hingga suatu hari, ia memanggil istri dan kedua anak kesayangannya. “Istriku, waktuku sepertinya sudah tak lama lagi. Terima kasih sudah mendampingiku selama ini dan mendidik kedua anak kita dengan baik. Tolong jaga mereka,” kata sang ayah. “Anakku yang sangat kusayangi. Aku juga berpesan dua hal kepada kalian. Pertama, jangan pernah menagih piutang kalian. Kedua, jangan biarkan diri kalian terbakar sinar matahari.”

Kedua anak itu saling berpandangan. Mereka pun bertanya, ”Apa maksud ucapan Ayah?” Namun belum sempat dijawab, sang ayah sudah mengembuskan napas terakhirnya. Mereka pun menangisi kepergian orang yang sangat mereka cintai, sembari memikirkan, apa maksud pesan terakhir sang ayah.

Waktu berganti, tahun-tahun pun berlalu. Kedua pemuda kembar itu telah berpisah untuk mencari jalan hidupnya masing-masing. Hingga suatu hari, ibu mereka berniat untuk mengunjungi kedua anaknya yang tinggal berjauhan.

Kali pertama, sang ibu mendatangi anak kedua. Saat itu, ia baru tahu, mengapa anak keduanya kerap mengeluh di surat yang selalu dikirimnya. Dia hidup miskin, tubuhnya kurus kering. Ia pun bertanya, “Anakku, mengapa kamu bisa mengalami kondisi seperti ini?” tanyanya.

Menilang Sahabat

Di sebuah kota, tinggallah seorang pemuda. Sebut saja namanya Joko. Suatu hari, saat sedang berkendara, ia melihat lampu lalu-lintas yang tak jauh di depannya sudah menyala kuning. Bukannya melambatkan laju mobilnya, Joko malah ‘tancap\’ gas. Ia tahu, lampu merah di persimpangan itu biasanya menyala cukup lama dan karenanya ia enggan menunggu. Begitu mendekati lampu lalu-lintas, nyala lampu kuning berganti menjadi merah. Karena berniat menerobos lampu lalu-lintas, Joko pun terus melaju. Namun setelah melaju tak berapa jauh dari persimpangan, tiba-tiba terdengar suara peluit keras sekali. “Priiiiiiitttt!”

Di seberang jalan, seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti. Dengan hati terpaksa dan penuh dongkol, Joko menepikan kendaraannya. Dari kaca spion, ia memperhatikan polisi yang mendatanginya. Wajahnya familiar.
“Ah, itu kan Andi, teman SMA-ku dulu!” Joko merasa agak lega. Ia pun turun dari mobilnya dan menyambut Andi layaknya teman lama. “Hai, Andi. Senang sekali bisa ketemu kamu lagi!”
“Halo Joko,” sapa Andi. Namun, tidak ada senyuman di wajahnya.
“Maaf nih, karena aku lagi buru-buru, jadi terpaksa aku menerobos lampu merah,” Joko mencoba memberikan alasan.
Andi mengangguk. “Aku bisa mengerti. Tapi sebenarnya, kami sering memperhatikan kamu melanggar lampu merah di persimpangan ini.”
“Oh ya?” Joko memasang muka kurang senang. “Kalau begitu, silakan tilang saja!” Dengan kasar, Joko menyerahkan SIM-nya pada Andi.

Dua Benih

Alkisah, di sebuah lahan pertanian yang tanahnya siap ditanami terdapat dua benih tanaman yang berbaring bersebelahan.

Benih pertama berkata, ”Aku ingin bertumbuh! Aku ingin akar-akarku menerobos ke dalam tanah di bawahku, dan mendorong tunasku menembus lapisan tanah di atasku. Aku ingin mengembangkan pucukku yang lembut seperti daun bunga untuk mengumumkan kedatangan musim berbunga. Aku ingin merasakan kehangatan sinar matahari di wajahku dan berkah embun pagi di kelopakku!”

Jadilah benih itu bertumbuh…

Benih kedua berkata, ”Hmmm… Kalau akar-akarku menerobos ke dalam tanah, aku tidak tahu apa yang akan aku temui di kegelapan itu. Kalau aku memaksa menembus lapisan tanah yang keras di atasku, aku mungkin akan merusak tunasku yang lembut. Bagaimana kalau aku membiarkan tunasku terbuka dan seekor siput mencoba memakannya? Dan bagaimana kalau begitu aku membuka bungaku, seorang bocah mencabutnya dari tanah. Tidak ah, lebih baik kalau aku menunggu hingga keadaannya baik.”

Kaya Tapi Tuna Wisma

Menjadi kaya mungkin keinginan semua orang. Namun menganggap semua orang kaya pasti punya rumah mewah, tak sepenuhnya benar. Nicolas Berggruen contohnya. Hidup itu pilihan.

Berggruen yang lahir di Paris pada 10 Agustus 1961 merupakan salah satu orang yang masuk dalam daftar 1000 orang terkaya di dunia versi majalah Forbes. Kekayaannya ditaksir sebesar US$ 2,3 miliar, atau sekitar Rp 20 triliun.

Makna Diam

Di suatu padepokan,ada seorang guru yang sangat dihormati karena tegas dan jujur. Suatu hari, dua orang murid menghadapnya. Mereka bertengkar hebat dan nyaris beradu fisik. Keduanya berdebat tentang hitungan 3 x 7. Murid pandai mengatakan hasilnya 21. Murid bodoh bersikukuh mengatakan hasilnya 27. Murid bodoh menantang murid pandai untuk meminta sang guru sebagai jurinya untuk mengetahui siapa yang benar di antara mereka.

Kata murid bodoh, “Jika saya yang benar 3 x 7 = 27 maka engkau harus mau dicambuk 10 kali oleh guru kita, tetapi kalau kamu yang benar bahwa 3 x 7 = 21 maka saya bersedia untuk memenggal kepala saya sendiri ha ha ha …..!!” Murid yang bodoh ini berani menantang demikian. Dia sangat yakin dengan pendapatnya!