Cerita Bijak Motivasi

CeritaBijakMotivasi.Com adalah situs kumpulan kata mutiara dan cerita motivasi nomer 1 di indonesia. Kedepan CeritaBijakMotivasi.Com akan menyediakan kumpulan cerita bijak motivasi, termasuk cerita bijak tentang hidup, cerita bijak kristen, cerita motivasi inspirasi, cerita bijak motivasi, cerita teladan dan kisah bijak.

Serta kumpulan kata bijak dan kata-kata mutiara seperti kata bijak cinta islami, kata bijak kristen, wise word, love word, kata kata cinta, puisi cinta dan quotes orang orang sukses maupun gagal.

Kata-kata Renungan Terbaik

1. Betapa sulitnya manusia bersyukur atas nafas yang masih berhembus di badan. Namun betapa mudahnya manusia mengeluh hanya karena kakinya menginjak kotoran.

2. Orang yang mau mengakui kesalahan dan memperbaikinya dengan rendah hati akan dapat meningkatkan kebijaksanaanya.

Bocah Cilik Yang Jadi Imam

Ada seorang laki-laki yang sangat memusuhi Islam Baghdad. Ia memiliki tiga pertanyaan yang tak seorang pun dapat menjawabnya. Tiada seorang ulama pun di Baghdad bisa menjawab tiga pertanyaannya…sehingga ia selalu menertawakan Islam di depan umum. Dia terus-menerus mengejek Islam dan kaum Muslimin. Suatu hari seorang bocah kecil, yang berusia kira-kira 10 tahun, datang dan mendengar lelaki itu berteriak-teriak ke setiap orang Islam yang melintas di jalan. Ia dengan sombongnya menantang orang secara terbuka untuk menjawab tiga pertanyaannya. Bocah itu berdiri tenang dan menyimak. Ia kemudian bermaksud menantang laki-laki itu. Lalu dihampirinya laki-laki itu dan berkata, “Aku akan menerima tantanganmu.”

Pria itu tertawa terbahak-bahak dan mengejek anak itu…bahkan menghina umat Islam dengan mengatakan, “Seorang bocah sepuluh tahun menantangku?? Apakah hanya ini jawaban kalian untuk menerima tantanganku?!”
Tapi bocah itu dengan sabar menantinya. Ia akan menantang laki-laki itu, dan dengan bantuan dan bimbingan Allah, ia akan mengakhiri kesombongannya. Laki-laki itu akhirnya menerima tantangan si bocah.
Para penduduk berduyun-duyun berkumpul di sebuah “bukitIslam” kecil, dimana debat keduanya akan dilakukan. Laki-laki itu naik ke atas bukit, dan dengan suara lantang ia mengajukan pertanyaan pertamanya.
“Apa yang dilakukan Tuhanmu sekarang ini?”

Tumbuhan Bertasbih

Sebuah majalah sains terkenal, Journal of Plant Molecular Biologies, mengungkapkan hasil penelitian yang dilakukan sebuah tim ilmuwan Amerika Serikat tentang suara halus yang tidak bisa didengar oleh telinga biasa (ulstrasonik), yang keluar dari tumbuhan. Suara tersebut berhasil disimpan dan direkam menggunakan alat perekam canggih.
Dari alat perekam itu, getaran ultrasonik kemudian diubah menjadi menjadi gelombang elektrik optik yang dapat ditampilkan ke layar monitor. Dengan teknologi ini, getaran ultrasonik tersebut dapat dibaca dan dipahami, karena suara yang terekam menjadi terlihat pada layar monitor dalam bentuk rangkaian garis.
Para ilmuwan ini lalu membawa hasil penemuan mereka ke hadapan tim peneliti Inggris di mana salah seorangnya adalah peneliti muslim.

Doanya Menjadi Anugrah Bagi Sang Konglomerat Saudi

Saat itu saya tengah berada di kota Jeddah, Saudi Arabia. Terpapar dihadapan saya sebuah koran berbahasa Arab di lobby hotel. Tergerak saya melihat berita dan artikel yang tertulis di sana, hingga saya temukan sebuah tulisan yang amat bermanfaat ini. Kisah nyata seorang kaya raya berkebangsaan Saudi bernama Ra’fat. Ia diwawancarai setelah ia berhasil sembuh dari penyakit liver akut yang ia idap. Pola hidup berlebihan dan mengkonsumsi makanan tak beraturan membuat Ra’fat mengalami penyakit di atas. Ra’fat berobat untuk mencari kesembuhan. Banyak dokter dan rumah sakit ia kunjungi di Saudi Arabia sebagai ikhtiar. Namun meski sudah menyita banyak waktu, tenaga, pikiran dan biaya, sayangnya penyakit itu tidak kunjung sembuh juga. Ra’fat mulai mengeluh. Badannya bertambah kurus. Tak ubahnya seperti seorang pesakitan.

Demi mencari upaya sembuh, maka Ra’fat mengikuti saran dokter untuk berobat ke sebuah rumah sakit terkenal spesialis liver di Guangzhou, China. Ia berangkat ke sana ditemani oleh keluarga. Penyakit liver semakin bertambah parah. Maka saat Ra’fat diperiksa, dokter mengatakan bahwa harus diambil tindakan operasi segera. Ketika Ra’fat menanyakan berapa besar kemungkinan berhasilnya. Dokter menyatakan kemungkinannya adalah fifty-fifty.

Antara Ayah Anak Dan Gagak

Pada suatu petang seorang tua bersama anak mudanya yang baru menamatkan pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di sekitar mereka. Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pokok berhampiran. Si ayah lalu menuding jari ke arah gagak sambil bertanya, “Nak, apakah benda itu?” “Burung gagak”, jawab si anak. Si ayah mengangguk-angguk, namun sejurus kemudian sekali lagi mengulangi pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi, lalu menjawab dengan sedikit kuat, “Itu burung gagak, Ayah!”. Tetapi sejurus kemudian si ayah bertanya lagi pertanyaan yang sama. Si anak merasa agak keliru dan sedikit bingung dengan pertanyaan yang sama diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih kuat, “BURUNG GAGAK!!” Si ayah terdiam seketika.

Namun tidak lama kemudian sekali lagi sang ayah mengajukan pertanyaan yang serupa hingga membuat si anak hilang kesabaran dan menjawab dengan nada yang kesal kepada si ayah, “Itu gagak, Ayah.” Tetapi agak mengejutkan si anak, karena si ayah sekali lagi membuka mulut hanya untuk bertanya hal yang sama. Dan kali ini si anak benar-benar hilang sabar dan menjadi marah.

Nancy Matthews Edison

Suatu hari, seorang bocah berusia 4 tahun, agak tuli dan bodoh di sekolah, pulang ke rumahnya membawa secarik kertas dari gurunya. ibunya membaca kertas tersebut, ” Tommy, anak ibu, sangat bodoh. kami minta ibu untuk mengeluarkannya dari sekolah.” Sang ibu terhenyak membaca surat ini, namun ia segera membuat tekad yang teguh, ” anak saya Tommy, bukan anak bodoh. saya sendiri yang akan mendidik dan mengajar dia.”

Tommy bertumbuh menjadi Thomas Alva Edison, salah satu penemu terbesar di dunia. dia hanya bersekolah sekitar 3 bulan, dan secara fisik agak tuli, namun itu semua ternyata bukan penghalang untuk terus maju. tak banyak orang mengenal siapa Nancy Mattews, namun bila kita mendengar nama Edison, kita langsung tahu bahwa dialah penemu paling berpengaruh dalam sejarah. Thomas Alva Edison menjadi seorang penemu dengan 1.093 paten penemuan atas namanya. siapa yang sebelumnya menyangka bahwa bocah tuli yang bodoh sampai-sampai diminta keluar dari sekolah, akhirnya bisa menjadi seorang genius? jawabannya adalah ibunya! Ya, Nancy Edison, ibu dari Thomas Alva Edison, tidak menyerah begitu saja dengan pendapat pihak sekolah terhadap anaknya.

Sahabat

Belajarlah menjadi sendiri dalam hidup.
Agar semangatmu tak pernah redup.
Tabahkan hatimu saat menghadapi segala cobaan.
Karena ketabahan menunjukan jalan kebenaran.

Sahabat…
Jangan pernah mengutuk segala kekurangan diri.
Lebih baik intropeksi dirimu sendiri.
Agar kebahagiaan menyelimuti.
Belajarlah berfikir positif pada setiap musibah yg kau alami.

Karena ia mengetahui rahasia yg tersirat dilangit dan bumi.
Dimana pun engkau berada, Jadilah diri sendiri.
Sehingga kepercayaan diri melekat dalam hati.
Jangan biarkan lingkungan melupakan dirimu.

Teladan Rasulullah

Teladan Rasulullah ini cukup bagi saya pribadi untuk lebih menjaga dan memupuk cinta kepada isteri melalui peningkatan kualitas romantisme. Sungguh teladan yang diberikan memang benar-benar romantisme yang jarang dilakukan oleh suami-suami jaman sekarang.

Berikut ini teladan-teladan beliau:
1. Mengantar Isteri saat pergi
Salah seorang isteri beliau, Shafiyyah binti Huyay menuturkan,”Suatu ketika Rasulullah sedang beri’tikaf. Kemudian aku mendatangi dan menjenguknya pada malam hari, dan berbincang-bincang dengan beliau. Ketika aku berdiri hendak kembali, beliau berdiri bersamaku untuk mengantarku (sampai pintu), sembari berkata, “jangan terburu-buru hingga aku mengantarmu.” HR Bukhari, no. 2033
Bagi perempuan, perhatian kecil sebagai tanda cinta dari suaminya sungguh berarti. malah bisa jadi yang sedikit itulah yang bisa membuat cinta anda berdua semakin membara.

Memupuk Cinta Dengan Hadiah

Suatu hari, Rasulullah pernah memberikan hadiah berupa seorang penyanyi (biduanita) kepada Aisyah Ra. untuk menyenangkan hati isterinya tersebut. dari Said bid Zaid Ra., bahwa ada seorang wanita menghadap Rasulullah. Beliau berkata,”wahai Aisyah, tahukah engkau siapakah orang ini?” Aisyah berkata, “Tidak, wahai Nabi Allah.”

Kemudian beliau berkata, “Ini budak yang pandai bernyanyi dari bani fulan. Sukakah bila dia bernyanyi untukku?”
Aisyah menjawab, “Ya.” Kemudian beliau memberi wanita itu sebuah talam dan biduan itu pun menyanyi. (Isnadnya shahih, H.R. Ahmad (3/449) dan Ath-Thabrani dalam Al-Kabir (7/158)
Memberi hadiah tidak harus mahal. Hadiah pun tak harus barang karena ucapan “I Love you” bisa jadi seperti hadiah buat isteri ketika itu jarang diucapkan sang suami. Hadiah bisa diberikan kapan saja tanpa harus menunggu momen khusus, malah kalau perlu ciptakan momen khusus itu. Berilah hadiah yang berkesan dengan penuh cinta dan ketulusan. Kalau ucapan I Love You saja di rasa kurang menggambarkan kecintaan kita, apa salahnya ditambah dengan hal-hal lain yang menyenangkan isteri.

Begitu pentingnya memberi hadiah, sehingga Nabi bersabda, “Salinglah memberi hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR Thabrani).

Lomba Lari Dengan Isteri

Suatu ketika dalam sebuah rombongan, Rasulullah menyuruh para sahabatnya untuk berjalan terlebih dahulu. Kemudian beliau berkata kepada Aisyah, “Ayo kemarilah. Kuajak kamu adu cepat lari.” Lalu Aisyah dan berhasil mengalahkan Nabi. Saat itu tubuh Aisyah masih terlihat kurus.

Pada kesempatan lainnya, Aisyah kembali menemani perjalanan Rasulullah. Lagi-lagi beliau meminta para sahabatnya untuk berjalan terlebih dahulu. Lalu beliau berkata kepada Aisyah, “Ayo kemarilah! Kuajak kamu adu cepat (lari).” Saat itu badan Aisyah sudah tidak sekurus dahulu pada saat perlombaan pertama, lalu Aisyah berkata, “Bagaimana aku bisa beradu cepat denganmu ya Rasulullah sedangkan badanku begini?” Rasulullah bersabda, “Ayolah lakukan!” Lomba lari pun dilakukan dan Rasulullah memenangkan perlombaan lalu dengan riangnya berkata, “Ini balasan atas kekalahanku yang dulu.” Kisah ini di dapat dari HR Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad dalam riwayat Ibnu Majah, sanad hadist ini sahih menurut syarat Bukhari.