Cerita Bijak Motivasi

CeritaBijakMotivasi.Com adalah situs kumpulan kata mutiara dan cerita motivasi nomer 1 di indonesia. Kedepan CeritaBijakMotivasi.Com akan menyediakan kumpulan cerita bijak motivasi, termasuk cerita bijak tentang hidup, cerita bijak kristen, cerita motivasi inspirasi, cerita bijak motivasi, cerita teladan dan kisah bijak.

Serta kumpulan kata bijak dan kata-kata mutiara seperti kata bijak cinta islami, kata bijak kristen, wise word, love word, kata kata cinta, puisi cinta dan quotes orang orang sukses maupun gagal.

Batu Kusam

Alkisah, suatu hari seorang gadis menemukan sebongkah batu kusam di pinggir jalan. Meski hanya batu biasa, si gadis memungutnya dan menyimpannya baik-baik. Bahkan, setiap hari ia menggosok batu itu dengan hati-hati. Batu yang bukan permata itu dan karena terus digosok dan digosok, lama-kelamaan berubah menjadi mengkilat dan bersinar.

Si gadis pun membawa batu itu ke tukang permata untuk diolah menjadi sebuah liontin yang indah. Ajaibnya, di tangan ahlinya batu biasa itu berubah hingga menyerupai batu permata. Begitu berkilau dan sangat indah. Si gadis sungguh gembira melihat batu biasanya bisa berubah begitu rupa. Ia pun memamerkannya pada siapa pun yang dijumpainya. Sudah diduga, semua orang yang melihat mengira batu itu adalah permata yang mahal harganya. Si gadis semakin percaya diri dan selalu memakai liontinnya ke mana pun ia pergi.

Anak Kampung Jadi Jutawan

Saya Huseyin Ozer. Hidup saya terasa begitu pahit, bahkan nyaris tanpa pilihan yang lebih baik. Saya lahir di sebuah desa di Turki, pada tahun 1949. Orangtua saya bercerai. Karena tidak ada satu pun dari mereka yang mau merawat saya, akhirnya saya diasuh oleh kakek dari pihak ayah. Saya seperti anak yang tidak dikehendaki. Ketika usia saya sudah cukup untuk mulai bersekolah, ayah menolak untuk membiayai. Kakek pun tak bisa selalu diandalkan, karena dia sudah tua renta. Akhirnya, saya pun terpaksa tidak bersekolah. Belajar menulis pun harus saya lakukan di tembok dan batu dengan menggunakan arang.

Akhirnya saya mengisi waktu dengan bekerja sebagai penggembala kambing. Tapi ketika ibu tahu apa yang saya lakukan, dia marah. Kemudian, ibu menyuruh saya pergi ke kota (Ankara) untuk mencari pekerjaan yang layak di sana. Saat itu, usia saya sudah belasan. Karena sama sekali tak punya uang, saya hidup menggelandang dan tidur di toilet umum jika malam tiba. Untungnya nasib saya sedikit berubah ketika diterima bekerja di sebuah bar. Dengan uang penghasilan itu, saya bisa menyewa tempat yang lebih baik, yaitu gudang tempat penyimpanan batu bara, untuk tidur.

Usia Kakek 10 Tahun

Dikisahkan, di bawah sebuah pohon yang rindang, tampak sekelompok anak-anak sedang menyimak pelajaran yang diberikan oleh seorang guru. Di antara anak-anak itu, terlihat seorang kakek duduk di sana.

Seusai pelajaran, seorang pemuda dengan penasaran menghampiri dan bertanya kepada si kakek, “Kek, apakah kakek seorang guru?”
“Bukan…, aku bukan seorang guru. Aku juga sedang belajar, sama dengan anak-anak itu.”

Tumbuhkanlah Percaya Diri

Kita akan sangat menderita jika terbenam dalam sikap rendah diri, hingga tak punya kepercayaan diri. Padahal sejatinya, di manapun dan kapan pun kita berada, jika kita menyadari hakekat kemampuan diri, pastilah masing-masing dari kita memiliki peranan, tanggung jawab, dan prestasi yang sudah dikerjakan.

Atur Waktu

Aturlah waktu sebaik-baiknya. Setiap hari kita bangun pagi dengan rasa syukur bahwa kita masih menghirup udara segar. Kita punya 24 jam dalam satu hari untuk diisi dengan kegiatan-kegiatan positif dan penuh syukur.

Idealnya, di dalam satu hari, kita menyempatkan sekitar 30 hingga 60 menit untuk memikirkan hal-hal positif. Tuliskanlah hal-hal yang membuat kita bersyukur. Bisa hal-hal besar, maupun hal-hal kecil.

Tak Ada Manusia Yang Sempurna

Alkisah, Ya Chun pelajar di Tsung Lin University, Fo Guang Shan, Taiwan, tidak suka dengan dosen pembimbingnya. Dia selalu menolak instruksi dan nasihat dari dosennya itu. Suatu hari Master Hsing Yun, pimpinan universitas, memanggilnya.

“Saya dengar, kamu ada masalah dengan dosen pembimbingmu. Apakah yang membuatmu kurang puas terhadap beliau?”

Ya Chun tidak melewatkan kesempatan tersebut. Setengah jam lamanya, dia mengutarakan kejelekan dosennya itu. Master Hsing Yun mendengarkan dengan saksama dan meminta saran-sarannya. Setelah Ya Chun kehabisan ide tentang saran perbaikan untuk sang dosen, akhirnya Master Hsing Yun berkata, “Kalau sudah selesai, sekarang ganti saya yang bicara, ya?” Ya Chun manggut-manggut.

Tugas Ibu

Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya.

Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama “Smiling.” Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan didepan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir, tugas ini sangatlah mudah.

Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi kerestoran McDonald’s yang berada di sekitar kampus. Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering.

Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong. Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri dibelakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian.

Tahan Emosi Sebisa Mungkin

Suatu malam seekor ular memasuki gudang tempat kerja tukang kayu.

Secara kebetulan ia merayap di atas gergaji. Tajamnya mata gergaji menyebabkan perut ular terluka.

Ular beranggapan gergaji itu menyerangnya. Ia pun membalasnya dg mematuk gergaji itu berkali – kali, serangan tersebut menyebabkan luka parah di bagian mulutnya.

Marah & putus asa, ular berusaha mengerahkan kemampuan terakhirnya untuk mengalahkan musuh tersebut.

Ia pun membelit gergaji itu sekuat tenaga. Belitan tersebut menyebabkan tubuhnya terluka teramat parah & akhirnya ia pun mati.

Di saat emosi & marah, rasanya mudah sekali bagi kita untuk melukai & menyakiti orang lain.

Padahal jika benar-benar kita sadari, sebenarnya yang akan terlukai & tersakiti adalah diri sendiri.

Oleh karenya sungguh tepat kalimat bijak berikut “Orang yang benar-benar hebat bukanlah seseorang yang mampu mengalahkan orang lain, melainkan ia yang mampu mengalahkan diri sendiri”

Si Pematung

Alkisah, di pinggir sebuah kota, tinggal seorang seniman pematung yang sangat terkenal di seantero negeri. Hasil karyanya yang halus, indah, dan penuh penghayatan banyak menghiasi rumah-rumah bangsawan dan orang-orang kaya di negeri itu. Bahkan, di dalam istana kerajaan hingga taman umum milik pemerintah pun, dihiasi dengan patung karya si seniman itu.

Suatu hari, datang seorang pemuda yang merasa berbakat memohon untuk menjadi muridnya. Karena niat dan semangat si pemuda, dia diperbolehkan belajar padanya. Bahkan, ia juga diizinkan untuk tinggal di rumah si pematung.

Pria Hebat Dan Perempuan Hebat

Pada suatu hari, Thomas B. Wheeler, CEO Massachusetts Mutual Life Insurance Company, dan istrinya sedang menyusuri jalan raya antaònegara bagian ketika menyadari bensin mobilnya nyaris habis. Wheeler segera keluar dari jalan raya bebas hambatan itu dan tak lama kemudian menemukan pompa bensin yang sudah bobrok dan hanya punya satu mesin pengisi bensin. Setelah menyuruh satu-satunya petugas di situ untuk mengisi mobilnya dan mengecek oli, dia berjalan-jalan memutari pompa bensin itu untuk melemaskan kaki.

Ketika kembali ke mobil, dia melihat petugas itu sedang asyik mengobrol dengan istrinya. Obrolan mereka langsung berhenti ketika dia membayar si petugas. Tetapi ketika hendak masuk ke mobil, dia melihat petugas itu melambaikan tangan dan dia mendengar orang itu berkata, “Asyik sekali mengobrol denganmu.”