Cerita Bijak Motivasi

CeritaBijakMotivasi.Com adalah situs kumpulan kata mutiara dan cerita motivasi nomer 1 di indonesia. Kedepan CeritaBijakMotivasi.Com akan menyediakan kumpulan cerita bijak motivasi, termasuk cerita bijak tentang hidup, cerita bijak kristen, cerita motivasi inspirasi, cerita bijak motivasi, cerita teladan dan kisah bijak.

Serta kumpulan kata bijak dan kata-kata mutiara seperti kata bijak cinta islami, kata bijak kristen, wise word, love word, kata kata cinta, puisi cinta dan quotes orang orang sukses maupun gagal.

Cara Membeli Mobil Dan Rumah Dalam 5 Tahun

Seorang miliarder Hong Kong, Li Ka-Shing, berbagi tentang bagaimana mengelola uang dengan bijak menurut versinya. Ia menguraikan kepada kita sebuah rencana 5 tahun yang sangat inspiratif untuk mengubah nasib.

No matter how much you earn, always remember to divide it into five parts proportionately. Always make yourself usefeul. – Li Ka-Shing

Tidak peduli seberapa banyak uang yang kamu dapatkan, selalu ingat untuk membagi uangmu ke dalam 5 bagian yang proporsional. Selalu membuat dirimu berguna. – Li Ka-Shing

Seandainya pendapatan bulanan kamu hanya +- Rp 4 juta, kamu bisa hidup dengan baik. Saya akan membantu membagi uangmu ke dalam 5 bagian.

Rahasia Orang Dermawan

MERDEKA.COM. Barangkali banyak orang menimbang-nimbang kalau ingin menyumbang. Namun, pemilik Grup Mayapada Dato Seri Tahir malah bersikap sebaliknya. Dia berderma tanpa beban.

Dia sangat percaya tidak ada orang jadi miskin atau pengusaha bangkrut lantaran rajin beramal. “Belum pernah saya dengar orang berbuat sosial lalu bangkrut,” kata Tahir saat ditemui Selasa siang lalu di kantornya, lantai 1 Bank Mayapada, Menara Mayapada.

Dengan jas hitam dibiarkan terbuka, Tahir menjawab semua pertanyaan soal kegiatannya sebagai filantropis. Berikut penjelasannya kepada Faisal Assegaf dari merdeka.com.

Ketika Cinta Datang Terlambat

Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.

Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.

Wasiat Ayah

Al-Kisah seorang kaya raya (Milyarder), sedang sakit parah..menjelang ajal menjemput dikumpulkanlah anak-anak tercintanya…Beliau berwasiat : “Anak-anaku…jika ayah sudah dipanggil yang Maha Kuasa, ada permintaan ayah kepada kalian, tolong di pakaikan kaos kaki kesayangan ayah, walaupun kaos kaki itu sudah robek, ayah ingin pake barang kesayangan semasa bekerja di kantor ayah dan minta kenangan kaos kaki itu dipake bila ayah dikubur nanti”. Singkat cerita sang Ayah meninggal dunia.

Indahnya Hidup

Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.

Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.

Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.

Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.

Kisah Sukses Dustin Moskovitz Terkaya Di Amerika

KISAH SUKSES ANAK MUDA TERKAYA DI AMERIKA  - Apa yang akan Anda lakukan ketika masih berusia 27 tahun namun sudah mempunyai uang puluhan trilliun di rekening? Berfoya-foya, membeli rumah mewah dan jet pribadi, dan gaya hidup tinggi? Kalau Anda bertanya pada Dustin Moskovitz, salah satu pendiri Facebook dan orang kaya termuda di Amerika (lebih muda beberapa hari dari Mark Zuckerberg) dengan kekayaan lebih dari 50 Trilliun Rupiah, Dustin akan menjawab semuanya salah besar.

Dustin Moskovitz

Dengan uang sebanyak itu, Dustin Moskovitz yang kini berusia 29 tahun masih tetap menggunakan sepeda untuk pergi ke kantor, naik pesawat kelas ekonomi untuk berpergian, dan hidup sangat sederhana. Untuk menambahkan daftar “keanehan” Dustin, dia bersama Mark Zuckerberg mendukung program Bill Gates untuk menyumbangkan setengah dari kekayaannya untuk yayasan amal Bill and Melinda Gates Foundation, mengatasi berbagai masalah kronik di dunia.

Dustin Moskovitz adalah salah satu orang teknis terkuat Facebook, teman sekamar Mark Zuckerberg ketika masih kuliah. Bersama beberapa pendiri lainnya, Dustin bekerja sangat keras untuk membuat Facebook berhasil. Dustin bahkan mengikuti Mark untuk pindah ke Silicon Valley dan meninggalkan Harvard. Kerja keras mereka membuahkan hasil. Saham Dustin Moskovitz di Facebook bernilai lebih dari 50 Trilliun Rupiah. Namun, ketika keluar dari Facebook, bukannya menikmati hidup, Dustin justru memulai petualangan startup baru bersama Asana, sebuah website project manajemen canggih yang digunakan oleh banyak orang dan perusahaan, termasuk Studentpreneur.

“Saya tidak pernah merasa uang itu milik Saya. Uang adalah resource, sesuatu yang bisa kita gunakan untuk membuat dunia lebih baik, ” ucap Dustin Moskovitz saat ditanya pendapatnya tentang uang di Quora. Sama seperti mental Mark Zuckerberg, Dustin juga tidak ingin uang mengubah hidupnya, dia tetap ingin hidup sederhana. Itulah kenapa dia memilih fokus bekerja sangat keras untuk Asana, sama kerasnya ketika dia masih mengembangkan Facebook bersama Mark.

Agar Anda mempunyai gambaran betapa sederhananya Dustin, ada cerita menarik dari reporter Majalah Forbes Victoria Barret mengenai Dustin Moskovitz. Seusai mewawancarai Dustin yang baru saja dinobatkan sebagai orang kaya termuda di Amerika, tidak sengaja Victoria bertemu dengannya di bandara. Victoria heran kenapa Dustin sampai mengantri untuk masuk pesawat. Lebih heran lagi, ternyata Victoria satu pesawat dengan Dustin, yang duduk dua bangku di belakangnya, di kelas ekonomi! Victoria bertanya, “Dustin, apa yang kamu lakukan disini?”, Dustin Moskovitz menjawab, “apa maksudmu?”. Kemudian Victoria berkata, “kenapa kamu naik kelas ekonomi?”, lalu Dustin menjawab, “apa salahnya? Penerbangan ini nyaman sekali”. Percakapan ini ditutup dengan, “Dustin, seharusnya kamu naik kelas bisnis. Atau kamu bahkan bisa membeli jet pribadi,” ucap Victoria.

Kembali lagi terhadap pandangan Dustin Moskovitz terhadap uang, ketika Victoria Barret mewawancarai Dustin Moskovitz bersamaan dengan Bill Gates, dimana Dustin menandatangani kesepakatan dimana dia akan menyumbangkan setengah hartanya untuk yayasan Bill & Melinda Gates Foundation, Victoria sangat kaget terhadap jawaban Dustin ketika ditanyai kenapa dia mau menyumbangkan uang sebanyak itu untuk amal. Sebagai normalnya anak muda berusia 20an, Dustin bisa saja menggunakan uangnya untuk berfoya-foya seperti temannya Eduardo Saverin, tapi, dia justru menyumbangkannya. Bahkan lebih jauh lagi, Dustin berkomitmen tidak akan mewariskan banyak harta ke anaknya saat meninggal nanti. Dia ingin seperti Warren Buffet, yang menyumbangkan 99% hartanya untuk amal ketika meninggal. Oleh Adhika Dwi Pramudita | Studentpreneur – yahoo.com

Jangan Serakah

Jangan serakah kepada Kebahagiaan, dan jangan pula terlalu alergi kepada Kesedihan… Karena keduanya lah yang akan membentuk dirimu.

Kisah Inspiratif Pendiri WhatsApp

Jan Koum, pendiri WhatsApp, lahir dan besar di Ukraina dari keluarga yang relatif miskin. Saat usia 16 tahun, ia nekat pindah ke Amerika, demi mengejar apa yang kita kenal sebagai “American Dream”.

Pada usia 17 tahun, ia hanya bisa makan dari jatah pemerintah. Ia nyaris menjadi gelandangan. Tidur beratap langit, beralaskan tanah. Untuk bertahan hidup, dia bekerja sebagai tukang bersih-bersih supermarket. “Hidup begitu pahit”, Koum membatin.

Hidupnya kian terjal saat ibunya didiagnosa kanker. Mereka bertahan hidup hanya dgn tunjangan kesehatan seadanya. Koum lalu kuliah di San Jose University. Tapi kemudian ia memilih drop out, karena lebih suka belajar programming secara autodidak.

Karena keahliannya sebagai programmer, Jan Koum diterima bekerja sebagai engineer di Yahoo!. Ia bekerja di sana selama 10 tahun. Di tempat itu pula, ia berteman akrab dengan Brian Acton.

Kisah Pengusaha Tomat Sangat Sukses

Ditolak Bekerja Di Microsoft Berubah Menjadi Pengusaha Tomat – Seorang laki-laki pengangguran melamar posisi sebagai ‘office boy’ di Microsoft. Manajer SDM mewawancarainya, kemudian melihatnya untuk membersihkan lantai sebagai ujian.

‘Anda bekerja “katanya.
“Berikan alamat e-mail Anda dan saya akan mengirimkan aplikasi untuk diisi, juga tanggal ketika Anda dapat mulai bekerja.”
Pria itu menjawab, “Tapi saya tidak punya komputer, bahkan email ‘. “Maafkan aku”, kata manajer HR. Jika Anda tidak memiliki email, itu berarti Anda tidak ada. Dan siapa yang tidak ada, tidak dapat memiliki pekerjaan. “

Kisah 3 Kaleng Coca-Cola

Lingkungan Anda mencerminkan harga Anda – Ada 3 kaleng coca-cola, ketiga kaleng tersebut diproduksi di pabrik yang sama. Ketika tiba harinya, sebuah truk datang ke pabrik, mengangkut kaleng-kaleng coca-cola dan menuju ke tempat yang berbeda untuk pendistribusian.

Pemberhentian pertama adalah supermaket lokal. Kaleng coca-cola pertama di turunkan disini. Kaleng itu dipajang di rak bersama dengan kaleng coca-cola lainnya dan diberi harga Rp. 4.000.

Pemberhentian kedua adalah pusat perbelanjaan besar. Di sana , kaleng kedua diturunkan. Kaleng tersebut ditempatkan di dalam kulkas supaya dingin dan dijual dengan harga Rp. 7.500.