Cerita Bijak Motivasi

CeritaBijakMotivasi.Com adalah situs kumpulan kata mutiara dan cerita motivasi nomer 1 di indonesia. Kedepan CeritaBijakMotivasi.Com akan menyediakan kumpulan cerita bijak motivasi, termasuk cerita bijak tentang hidup, cerita bijak kristen, cerita motivasi inspirasi, cerita bijak motivasi, cerita teladan dan kisah bijak.

Serta kumpulan kata bijak dan kata-kata mutiara seperti kata bijak cinta islami, kata bijak kristen, wise word, love word, kata kata cinta, puisi cinta dan quotes orang orang sukses maupun gagal.

Hidup

Suatu hari seorang anak kecil datang kepada ayahnya dan bertanya, “Apakah kita bisa hidup tidak berdosa selama hidup kita?”. Ayahnya memandang kepada anak kecil itu dan berkata, “Tidak, nak”.

Putri kecil ini kemudian memandang ayahnya dan berkata lagi, “Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam setahun?”

Ayahnya kembali menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum kepada putrinya. “Oh ayah, bagaimana kalau 1 bulan, apakah kita bisa hidup tanpa melakukan kesalahan?” Ayahnya tertawa, “Mungkin tidak bisa juga, nak”.

“OK ayah, ini yang terakhir kali, apakah kita bisa hidup tidak berdosa dalam 1 jam saja?”. Akhirnya ayahnya mengangguk, “Kemungkinan besar, bisa nak “. Anak ini tersenyum lega.

“Jika demikian, aku akan hidup benar dari jam ke jam, ayah. Lebih mudah menjalaninya, dan aku akan menjaganya dari jam ke jam, sehingga aku dapat hidup dengan benar….”. Pernyataan ini mengandung kebenaran sejati.

Marilah kita hidup dari waktu ke waktu, dengan memperhatikan cara kita menjalani hidup ini.
Dari latihan yang paling kecil dan sederhana sekalipun, akan menjadikan kita terbiasa, dan apa yang sudah biasa kita lakukan akan menjadi sifat, dan sifat akan berubah jadi karakter, dan karakter akan menjadi destiny.

Bangga Jadi Warga Indonesia

A —> Aku seorang Indonesia
B —> Bangsa Asing (yang ingin mengetahui Indonesia) Jatidiri Bangsa Indonesia…Mari kita Pertahankan/Wujudkan kembali.

Negara yang kaya
B : Apa yang menarik dari Negara Indonesia ?
A : Sesuatu yang membuat para penjajah bertahan 350 tahun, dimana setiap harinya teman mereka tertusuk sebatang bambu di perutnya.

Semangat persatuan
B : Bagaimana ak bisa membayangkan perjuangan pahlawan Indonesia?
A : Bayangkan jutaan rayap kecil di rumah yang kokoh, saat kau mengusirnya, keesokan harinya akan muncul yang lebih banyak, dan saat kau mebiarkanya, saat itu kau kehilangan salah satu rumahmu.

Kepahlawanan yang berani
B : Benarkah para pahlawan Indonesia adalah pemberani ?
A : Bisakah kau berlari menghidari peluru yang ditembakan dari senapan? Jika kau tak bisa, maukah kau berlari ke arah senapan dengan menggemgam sebatang pedang?

Obat Mujarab

Pada suatu hari yang cerah, seorang guru muda berjalan melintasi sebuah desa. Walaupun usianya baru menginjak dasawarsa ketiga, namun kepandaian dan kebijaksanaannya terkenal di seluruh penjuru negeri.

Tiba-tiba saja, langkahnya dihentikan oleh seorang pemuda yang bertubuh tinggi besar, beraut wajah merah tampak marah dan tidak senang.

“Hei,” katanya kasar. “Anda itu tidak berhak mengajari orang lain!”
Kemudian pemuda ini mulai berteriak menantang dan menghina guru muda ini. “Tahu tidak? Anda ini sama saja bodohnya dengan orang lain. Punya kepandaian sedikit saja, sok tahu! Badan begitu kecil nyalimu cukup besar ya. Ayoo…kalau berani kita berkelahi!”
Dengan wajah tenang, sambil tersenyum sang Guru muda malahan balik bertanya: “Teman. Jika kamu memberi hadiah untuk seseorang, tapi seseorang itu tidak mengambilnya, siapakah pemilik hadiah itu?”

Berani Bermimpi

Kisah ini adalah tentang Monty Roberts, penulis buku The Man Who Listen to The Horse. Sebuah kisah yang memberi inspirasi kepada saya. Saya harap ia juga memberi inspirasi kepada anda. Pemuda ini merupakan anak kepada seorang pelatih kuda. Kehidupan mereka adalah beralih dari satu kandang ke kandang kuda yang lain untuk melatih kuda. Wink
Kisah bermula apabila, pemuda ini berada si sekolah tinggi. Gurunya telah memintanya untuk menulis matlamat dan perkara yang akan dilakukannya apabila meningkat dewasa nanti. Malam itu dia telah membuat keputusan untuk mempunyai ladang penternakan yang luas suatu hari nanti. Pemuda ini mahu ladang itu seluas 200 ekar. Dia telah menulis sejelas-jelasnya tentang ciri-ciri keadaan ladang tersebut. Pemuda ini juga ingin mempunyai rumah berkeluasan 4000 kaki persegi. Dia telah melukis dengan jelas tentang pelan rantai rumah tersebut. Pemuda ini juga telah memastikan di mana rumah tersebut itu berada di ladang perternakan kuda yang seluas 200 ekar itu. Dia telah menulis sebanyak tujuh muka surat untuk menjelaskan impiannya. Dia telah menulis dengan begitu jelas sekali.

Adakah Air Minum Di Gurun

Seorang pria tersesat di gurun pasir. Ia hampir mati kehausan. Akhirnya, ia tiba di sebuah rumah kosong. Di depan rumah tua tanpa jendela dan hampir roboh itu, terdapat sebuah pompa air. Segera ia menuju pompa itu dan mulai memompa sekuat tenaga. Tapi, tidak ada air yang keluar.

Lalu ia melihat ada kendi kecil di sebelah pompa itu dengan mulutnya tertutup gabus dan tertempel kertas dengan tulisan,”Sahabat, pompa ini harus dipancing dengan air dulu.. Setelah Anda mendapatkan airnya, mohon jangan lupa mengisi kendi ini lagi sebelum Anda pergi.” Pria itu mencabut gabusnya dan ternyata kendi itu berisi penuh air.

“Apakah air ini harus dipergunakan untuk memancing pompa? Bagaimana kalau tidak berhasil? Tidak ada air lagi. Bukankah lebih aman saya minum airnya dulu daripada nanti mati kehausan kalau ternyata pompanya tidak berfungsi? Untuk apa menuangkannya ke pompa karatan hanya karena instruksi di atas kertas kumal yang belum tentu benar?” Begitu pikirnya.

Kucing Dan Tikus Tua

Di suatu masa, ada seekor kucing yang sangat awas dan sigap sehingga tikus-tikus takut memperlihatkan dirinya karena takut dimangsa oleh sang Kucing. Kucing tersebut selalu siap-siaga dengan cakarnya, siap untuk menerkam. Akhirnya tikus-tikus tersebut tidak berani berkeliaran terlalu jauh dari sarang mereka, sehingga sang Kucing harus menggunakan akalnya untuk menangkap mereka.

Suatu hari sang Kucing naik ke atas rak, menggantungkan dirinya dengan satu kakinya pada tali, dengan kepala menghadap ke bawah, seolah-olah telah meninggal.

Saat tikus-tikus melihat posisi kucing seperti itu, mereka menyangka bahwa sang Kucing di gantung seperti itu karena melakukan kesalahan. Dengan hati-hati, mereka mengeluarkan kepala mereka dari sarang dan mengendus-endus kesana-kemari. Karena tidak terjadi apa, mereka akhirnya melompat keluar dari sarang dan menari-nari dengan gembira untuk merayakan kebebasan mereka.

Emosi

Sering kita menemukan, bagaimana emosi memberi dampak yang tidak pernah kita inginkan. Tidak sedikit emosi yang meninggalkan efek destruktif. Andaikan saja kita bisa memahami makhluk apa sesungguhnya emosi itu, tentu kita bisa menjadi lebih bijaksana.

Emosi bisa jadi merupakan reaksi atas berbagai kejadian yang berlaku dalam kehidupan kita. Emosi juga dapat menentukan bagaimana sebuah kejadian dipahami dan disikapi. Sebuah emosi biasanya berangkat dari prasangka dan stereotip seseorang.

Belajar Dari Pohon Bambu Cina

Ketika kamu ingin menanam pohon bambu, kamu menyiapkan tanah terbaik, kemudian menanam benih pohon bambunya, menyiraminya, kemudian memupuknya, begitu terus yang kamu lakukan sepanjang tahun.. dan pada akhirnya muncullah tunas kecil dari dalam tanah, setelah itu…..tak ada lagi yang terjadi.

Ketika kamu memutuskan untuk terus menyiraminya secara teratur, kemudian memupuknya, begitu seterusnya di tahun keduanya… ternyata sangat mengherankan…tak juga ada yang terjadi. Kemudian untuk meyakinkan diri, kamu memperhatikan dengan teliti dari berbagai sisi, barangkali ada yang tumbuh di sisi-sisi yang tak terlihat? Tapi ternyata tidak ada.

Terimakasih Untuk Menjadi Dirimu

Dua malam yang lalu saya melihat Kemi, anak kedua kami yang masih bayi, tertidur lelap di dada Maminya. Sepertinya, setelah menyusui Kemi, Rizqa yang mengantuk kemudian jatuh tertidur—sementara Kemi telah kenyang dan pulas di pelukannya. Saya terbangun pukul 02.30 dan menyadari bahwa saya telah menyaksikan pemandangan itu untuk kesekian kalinya sejak kami punya bayi lagi tiga minggu ini—terkadang samar-samar saya intip di antara terlelap dan terjaga tidur saya.

Malam itu saya beranjak dari tempat tidur, mematikan lampu baca dan menutup buku yang masih terbuka di samping bantal saya. Memerhatikan Rizqa dan Kemi, saya jadi menyadari sesuatu: Selama ini saya tak pernah sekalipun direpotkan Rizqa untuk menidurkan bayi kami.

Hubungan Yang Terbaik

Hari itu, adalah musim salju yang paling ekstrim di Kanada. Banyak binatang yang mati akibat rasa dingin yang teramat sangat.

Di suatu daerah, tinggal sekelompok Hedgehog (sejenis landak). Mereka memutuskan untuk tinggal secara berkelompok di dalam sebuah gua, agar tetap hangat. Mereka mendekatkan diri satu sama lain. Namun ketika mulai berdekatan, duri-duri mereka melukai teman-teman terdekat mereka.

Setelah beberapa saat, mereka pun memutuskan untuk menjaga jarak satu sama lainnya. Akibatnya, mereka mulai merasakan dingin yang membeku, dan akhirnya terancam mati. Jadi mereka harus memutuskan: menerima duri-duri temannya, atau mati!

Secara bijaksana, mereka memutuskan untuk kembali bersatu. Mereka pun belajar untuk hidup dengan luka-luka kecil akibat jarak yang sangat dekat dengan sahabat-sahabatnya supaya dapat merasakan kehangatan. Cara inilah yang membuat mereka akhirnya selamat dan bisa bertahan hidup.

Pesan cerita ini:
Hubungan yang terbaik dalam hidup ini bukanlah hubungan yang membawa orang-orang yang sempurna dalam kelompok. Tetapi ketika semua individu belajar hidup dengan ketidaksempurnaan orang lain, serta mampu “mengapresiasi” semua kehangatan yang diberikan oleh teman-temannya.

Hal inilah yang membuat hidup kita menjadi lebih “hidup” (bermakna) & “mampu bertahan” dalam situasi atau lingkungan yang ekstrim sekalipun.