Anak Petani yang Sukses Berkat Kerja Keras

lampu jamur unik

Berawal Dari Sengsara,Berakir Menyanangkan –  Tinggal dan dibesarkan di tengah lingkungan keluarga petani, menjadikan sosok pria yang satu ini benar-benar tahu akan arti kerasnya hidup. Dari kecil, ia telah mengenyam berbagai pekerjaan perkebunan milik keluarganya. Itu semua dilakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dari hasil jerih payah itu, waktu pun menuntunnya meraih posisi tertinggi di salah satu hotel berbintang di Pekanbaru.

Sugito. Ia, pria kelahiran Kaumrejo, Kabupaten Malang ini sedari kecil memang telah berteman akrab dengan apa yang namanya kedisiplinan. Kondisi daerah yang cukup terpencil dari pusat keramaian juga menjadi salah satu faktor kenapa Sugito bisa menjadi seperti saat ini. Gaya hidup keras namun bijak dari kedua orang tua, telah membentuk dirinya sebagai pribadi tegas, disiplin, namun tetap rendah hati.

“Waktu kecil kami sekeluarga telah diajarkan bagaimana memanajemen waktu. Walaupun saat itu belum mengetahui apa itu manajemen waktu, namun di sana kami benar-benar merasakan pentingnya pemanfaatan waktu yang kita jalani,” terangnya mengawali cerita dengan riaubisnis.com baru-baru ini di teras café Hotel Ibis Pekanbaru.

Dalam kesehariannya, Sugito tumbuh layaknya anak-anak seumuran dirinya. Bermain, belajar, serta membantu kedua orang tua sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Setiap fajar datang, dia sudah dihadapkan dengan areal perkebunan yang dibangun ayahnya. Bersama tujuh orang saudaranya yang lain, ia melewati waktu dengan mengolah berbagai hasil kebun, seperti kopi, durian hingga persawahan.

Walaupun disibukkan dengan berbagai jenis perkebunan milik keluarganya, ia tetap menjalani bangku pendidikan seperti adanya sekarang. Usai menamatkan bangku pendidikan dasar di tahun 1987, wawasan Sugito mulai bertambah saat masuk di SMP Negeri Ngantang, Malang. Dari sana berbagai kegiatan pencinta alam ia geluti, karena kondisi daerah tempat tinggalnya memang cocok untuk kegiatan kepramukaan seperti ini.

Bertambahnya umur tidak menjadikannya minder terhadap kegiatan terdahulunya, yaitu berkebun membantu orang tua. “Secara general, waktu kecil kami sudah memilki kesadaran masing-masing akan tugas dan tanggung jawabnya. Kondisi ekonomi keluarga juga yang menuntut kami bersaudara harus melakukan hal tersebut,” ungkapnya.

Lulus dengan hasil memuaskan menjadikan Sugito ingin keluar dari desa yang selama ini mengukungnya. Dengan berbagai pertimbangan dari orang tua, akhirnya Sugito dilepas ke daerah Batu masih di Kabupaten Malang. Berangkat dengan hasil jerih payahnya bekerja selama ini, ia melangkah dengan penuh percaya diri untuk mendaftar di SMA Negeri Batu.

Bermodal nilai yang ia miliki, ia pun diterima di sekolah tersebut dengan pencapaian prestasi yang cukup baik. Pembagian jurusan yang diberlakukan sekolah saat itu, rupanya menjadi awal cerita Sugito dalam meniti karirnya di bisnis perhotelan seperti sekarang ini.

Berlabuh di Sekolah Wisata

Menduduki bangku kelas 2 di masa SMA, Sugito memilih jurusan bahasa dan sastra sebagai spesifikasi studinya. Hal ini juga tidak terlepas dari pengaruh lingkungan yang ada di kota Batu saat itu. “Di sana panorama daerahnya sangat indah dengan berbagai tempat penginapan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Malang. Saya berpikir alangkah baiknya jika lahan potensial ini saya manfaatkan sebagai jaminan hidup saya di masa depan. Dengan niat nantinya saya akan melanjutkan studi di sekolah pariwisata,” kenang ayah tiga anak ini.

Singkat cerita, dengan penuh kemantapan akhirnya Sugito benar-benar melanjutkan studi perkuliahan di sekolah pariwisata. Berbekal informasi serta saran dari orang-orang sekitarnya, ia memilih Nusa Dua Bali sebagai pelabuhan teori terakhir. Bertempat di Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua, Bali, jurusan Front Office Department, ia di bekali dengan berbagai ilmu kepariwisataan dan perhotelan.

Tiga tahun menimba ilmu di Bali menjadikan Sugito banyak mendapatkan pengalaman akan basic perhotelan. Tahapan praktek lapangan yang diterapkan juga mampu dijalankannya dengan baik. ”Saat praktek kerja lapangan, saya juga sempat ditawari bekerja di sana, namun tidak saya terima karena takut perkuliahan jadi terbengkalai,” kenangnya.

Masa-masa magang kerja selama 6 bulan, rupanya menjadi kenangan tersendiri bagi Sugito. Pasalnya, untuk pertama kalinya ia bisa merasakan tips dari perusahaan maupun tamu yang berkunjung dengan hasil jerih payah sendiri. ”Cukup banyak uang yang saya kumpulkan saat itu. Mata uang luar negeri yang selama ini belum pernah saya pegang, saat ditempatkan menjadi bellboy uang tersebut sangat mudah di dapatkan,” ujarnya lagi.

Karir pun Berjalan Lancar

Sebelum menamatkan studinya di Nusa Dua, Sugito mencoba memasukkan lamaran pekerjaan ke beberapa perusahaan perhotelan di Indonesia. Nasib baik kembali didapatkannya. Dari 4 perusahaan yang ia lamar, seluruhnya menyatakan Sugito lulus dari berbagai kriteria yang diinginkan.

Setelah melakukan berbagai observasi penempatan terbaik, akhirnya ia memilih Sedona Bintan Lagoon sebagai salah satu penginapan terbaik di Kepulauan Riau. Mengawali karir perdananya di Bintan, ia ditempatkan sebagai telephone operator. ”Satu keinginan yang saya impikan di masa perkuliahan, adalah dapat bertemu dengan orang-orang dengan berbagai latar belakang budaya maupun ras yang berbeda. Di tempat itu, semua dapat terpenuhi. Mulai dari atasan yang kebanyakan dari orang asing hingga tamu pun banyak dihuni oleh turis-turis manca negara,” jelasnya.

Tidak butuh waktu lama bagi Sugito untuk meraup prestasi di perusahaan yang saat ini bernama Bintan Island Indonesia tersebut. Terbukti, selama 2 tahun, ia berhasil menduduki posisi Assistant Manager Front Office. “Banyak faktor yang menjadikan saya begitu cepat menduduki posisi ini. Yang paling jelas adalah, banyak atasan-atasan saya yang pindah ke perusahaan lain karena berbagai hal. Jadi mau tidak mau, junior-junior yang ada di bawah harus bisa mengisi posisi tersebut,” ujarnya.

Di sini, Sugito banyak belajar tentang manajemen kepemimpinan perhotelan yang baik. Berbagai tantangan serta ujian bisnis, ia hadapai dengan sabar dan penuh ketekunan. Support dari teman-teman tempat ia bekerja juga menjadi suatu motivasi tersendiri bagi Sugito. Selama menjalani posisi ini, ia juga masih menyempatkan diri untuk melanjutkan pendidikan jarak jauh bersama American Hotel & Motel Association in Room Division Specialization.

Enam tahun pun berlalu begitu cepat saat Sugito mulai meniti karir. Rasa kejenuhan juga mulai ia rasakan. Tepat di tahun 2002 ia mencoba suasana baru dengan jabatan yang lebih meyakinkan di Novotel Batam. Masuknya Sugito di perusahaan ini juga menjadi kisah pertamanya bekeja sama dengan manajemen Accor Group.

Menempati posisi Front Office Manager, Sugito yang saat itu sudah berumur 27 tahun, juga dibekali berbagai experience operasional dan managerial dengan konsep yang lebih keras lagi. ”Kerasnya pendidikan dan tuntutan dari manajemen membuat saya pernah berpikir untuk keluar dari perusahaan ini. Namun berkat dukungan keluarga serta tidak adanya jaminan pilihan setelah ini, niat tersebut saya urungkan,” kata suami Annisa Hikmah ini.

Positif thinking yang selalu Sugito terapkan, juga membuahkan berbagai hasil positif untuk dirinya. Secara bertahap ia mengalami berbgai perubahan gaya hidup yang selama ini belum pernah dirasakan. ”Tidak terbayangkan sebelumnya saya bisa seperti itu. Padahal dari awal karir saya berjalan, tidak ada target khusus yang saya terapkan. Sampai akhirnya saya juga bisa mencicipi posisi Guest Service Manager selama 1,5 tahun,” paparnya.

Poin plus kembali di dapatkannya dari manajemen. Terbukti, di tahun 2008 Sugito kembali dipercayakan menjabat sebagai Resident Manager di Hotel Ibis Semarang dan Resident Manager di Mercure Resort Sanur Bali satu tahun setelahnya.

”Pemindahan saya ke Bali benar-benar sangat tidak disangka-sangka. Sebelumnya, hal ini sangat impossible bagi saya mengingat Bali merupakan tempat yang dipenuhi tantangan serta persaingan yang lebih ketat lagi,” terangnya.

Dalam menjalani bisnisnya di pulau sejuta wisatawan, banyak tantangan baru yang ia dapatkan. Mengayomi manajemen yang memiliki karyawan yang rata-rata di atas umurnya memang menjadi suatu hal yang rumit bagi Sugito. Dimana, di satu sisi, ia harus memberikan perintah kepada orang yang lebih tua darinya dan di sisi lain ia juga harus memberikan rasa persuasi yang baik sebagai orang yang lebih muda.

Namun, berkat dukungan serta sambutan yang baik dari tim barunya di Bali, Sugito kembali sukses membangun pencitraan yang positif bagi Mercure Bali. Menilai potensi yang cukup bagus dari diri Sugito, akhirnya dia dikirim ke Riau yang memilki atmosfer berbeda dari wilayah-wilayah yang ia huni sebelumnya.

Menapaki karir di lahan wisata baru yang lebih mengarah kepada business target, menjadikan Sugito lebih komunikatif, open mind, dan welcome kepada anggotanya. Bersama Hotel Ibis Pekanbaru sebagai penempatan terakhirnya, Sugito menargetkan akan menjadikan tanah Melayu ini sebagai business center bagi pebisnis lokal maupun nasional.

Keluarga sebagai Motor Utama

Segala hasil yang Sugito dapatkan saat ini tentunnya bukan tanpa tantangan. Berbagai ujian ia hadapi secara sabar dan penuh keyakinan. Sifat yang selalu tampil apa adanya mungin telah menjadi resep Sugito bisa seperti saat ini. ”Dari dulu saya tidak pernah menargetkan hal-hal yang tidak mungkin saya lakukan awalnya. Namun support dari berbagai tutor serta keluarga terdekat makin menguatkan saya bahwa inilah jalan yang harus saya hadapi,” jelas pria pendiam yang satu ini.

Bagi Sugito, keluarga merupakan motivator terbaik dalam hidupnya, walaupun sering menjadi korban dari pekerjaan yang ia geluti saat ini. Tuntutan pekerjaan yang begitu tinggi tentunya juga banyak menyita waktunya untuk tetap harus berada di kantor. ”Pulang tengah malam mungkin telah menjadi santapan istri saya setiap hari. Namun, ia tetap mengerti terhadapat apa yang jalani,” imbuhnya.

Beruntung bagi Sugito mendapatkan seorang istri yang mengerti akan dirinya. Berkepribadian lues dan gampang diajak bicara, menjadikan sang istri sering menjadi limpahan curhatan hati Sugito.

Menurutnya, menyeimbangkan antara kebutuhan keluarga dan pekerjaan penting dilakukan. Sebagai sosok pemimpin di rumah tangga yang ia bangun, tentunya amanah yang telah ia dapatkan tidak akan disia-siakan begitu saja tanpa ada pertanggung jawaban yang berarti.

”Masih banyak orang-orang di sekitar kita yang masih belum mencapai kenikmatan hidup seutuhnya. Jadi sudah sewajarnyalah saya mensyukuri apa yang telah Tuhan berkahi kepada diri saya selama ini,” tuturnya lagi.

Saling berbagi antar sesama manusia telah menjadi prinsip hidup Sugito dalam menjalani hubungan dengan lingkungannya. Hingga saat ini pun, ia pun tidak segan-segan memberikan pengarahan  dan bimbingan kepada karyawan-karyawan baru maupun yang umurnya jauh di atas dirinya. ”Selagi itu berbuah positif bagi diri saya dan mereka, saya akan lakukan semaksimal mungkin,” terangnya menegaskan.

Selain itu, ia tidak menganggap posisi ini sebagai posisi terakhir bagi dirinya. Roda hidup yang terus berputar tetap ia yakini sebagai filosofi kehidupan yang baku. Dengan metode, jalani hidup apa adanya sesuai dengan koridor yang telah ditetapkan, membuat Sugito yakin bahwa setiap manusia pasti bisa menjadi seperti dirinya saat ini.(*)

Banyak cerita bijak tentang hidup, kata mutiara dan motivasi serta kumpulan cerita inspiratif lainya di CeritaBijakMotivasi.Com yang bisa Anda baca dilain waktu seperti halnya cerita bijak Anak Petani yang Sukses Berkat Kerja Keras diatas Kawan!. Oh ya perlu di ketahui cerita inspirasi dan motivasi disitus ini merupakan sumbangan pengunjung serta dari banyak sumber, dan hak milik dari pengarang, pencipta serta penulis aslinya.

Setelah membaca cerita bijak Anak Petani yang Sukses Berkat Kerja Keras diatas, tentunya ada hikmah yang bisa kita ambil sebagai media pembelajaran dan membuat hidup kita lebih baik bukan?, so jika Anda menyukai Ceritasexkeluarga, cerita sex sekeluarga, cerita sex keluarga, cerita mesum keluarga, www cerita sex keluarga com, cerita sex satu keluarga, cerita sex anak petani, cerita sex keluarga com, cersex bersambung, www ceritasexkeluarga com, cerita seks keluarga, cersex inces sekeluarga, cersex incest keluarga, cersex kebaikan berbuah kenikmatan, cersex keluarga, http//ceritasexkeluargacom, Cersex : keluarga pecinta sex cerita teladan dan kisah bijak ini, dan merasa berguna, silahkan beritahu teman anda dan orang lain dengan menyebarkannya lewat Facebook dengan meng KLIK tombol di bawah ini.

DISCLAIMER: Cerita bijak Anak Petani yang Sukses Berkat Kerja Keras disediakan untuk Anda sebagai inspirasi, motivasi, obat galau, hiburan semata, obat penghilang stress dan jenuh, oleh karena itu semoga cerita bijak motivasi Anak Petani yang Sukses Berkat Kerja Keras bisa di ambil hikmah dan manfaatnya untuk kebaikan bersama. Semua kumpulan cerita bijak, kisah inspiratif, kata bijak, serta kata mutiara lainya disitus ini, bisa jadi merupakan sumbangan pengunjung serta dari banyak sumber, dan hak milik dari pengarang, pencipta serta penulis aslinya.

OBAT jerawat Ampuh BPOM