Falsafah Pedagang Bakso

Cara Cepat Memperbesar Penis

Cerita bijak pantang menyerah ditulis oleh Novi Setyo Rini – Hari ini, jam 09.45 aku buru-buru keluar dari SMP tempatku mengajar di Kebumen, karena jam 10.25 aku harus mengajar di sekolah keduaku di Karanganyar. Waktuku sempit, harus pulang dulu ke rumah naik balikin sepeda, jalan nyegat angkot dst. Padahal waktu tempuh angkot sekitar 25 – 35 menit. Apalagi pada jam-jam tidak sibuk begini, angkot pastilah berjalan pelan karena sambil mencari penumpang. Tapi, alhamdulillah aku belum pernah terlambat.

Angkot 1 datang. Seperti dugaanku, angkot berjalan pelan. Dan seperti naik mobil pribadi, hanya aku satu-satunya penumpang angkot itu. Aku sempat berdoa agar ada penumpang lain naik. Kasihan, masa’ untuk mengantarkanku seorang sejauh itu Pak Sopir dan keneknya hanya mendapat Rp 2000,00? Lagipula syerem juga kan, menjadi satu-satunya perempuan bersama dua pria asing. Kadang pikiran aneh melintas, kalau supirnya ngawur, ngebut, membawaku ke daerah asing dan… dan… TIDAAAAK!!! (Hi.3x Parno banget yach?). Tapi untunglah, Allah melindungiku.

Hingga akhirnya… Pak Sopir tak tahan lagi. Karena tak jua mendapatkan tambahan penumpang, setelah menempuh dua pertiga perjalananku, dia menurunkanku. Aku harus naik angkot berikutnya. Tapi untungnya, aku tak perlu membayar lagi karena kenek angkot 1 memberikan Rp 1.000,00 kepada kenek angkot 2.

Pada sisa sepertiga perjalananku, angkot 2 mendapat tambahan 5 penumpang. Aku berpikir… Seandainya Pak Sopir 1 sabar sedikit lagi, ia akan mendapatkan penumpang. Tapi aku sadar, rizki tiap orang sudah diatur Yang Maha Kuasa, tapi juga tak akan datang begitu saja tanpa kita mengusahakannya.

Tiba-tiba aku teringat Falsafah Pedagang Bakso… Pedagang bakso tidak pernah menyerah berusaha. Meski ia tidak mendapat pembeli, ia tidak putus asa. Dia terus mendorong gerobak baksonya, dengan harapan ada pembeli di ujung jalan di depannya. Kalaupun tidak ada, ia akan terus mendorong gerobak baksonya dengan harapan yang sama, barangkali di depan sana, barangkali di depan sana… Hingga tak terasa jarak yng ditempuhnya sudah berpuluh-puluh kilometer…

Begitu jualah hendaknya kita sebagai manusia. Jangan pernah menyerah. Kalaupun apa yang kita harapkan belum terpenuhi, tetaplah berusaha karena siapa tahu, apa yang kita harapkan sudah menanti di depan kita. Terkadang hanya masalah waktu sebagai penguji kesabaran kita.

THERE’S A TIME FOR EVERYTHING…
Segala sesuatu ada waktunya
Semua akan terasa indah pada waktunya

Banyak cerita bijak tentang hidup, kata mutiara dan motivasi serta kumpulan cerita inspiratif lainya di CeritaBijakMotivasi.Com yang bisa Anda baca dilain waktu seperti halnya cerita bijak Falsafah Pedagang Bakso diatas Kawan!. Oh ya perlu di ketahui cerita inspirasi dan motivasi disitus ini merupakan sumbangan pengunjung serta dari banyak sumber, dan hak milik dari pengarang, pencipta serta penulis aslinya.

Setelah membaca cerita bijak Falsafah Pedagang Bakso diatas, tentunya ada hikmah yang bisa kita ambil sebagai media pembelajaran dan membuat hidup kita lebih baik bukan?, so jika Anda menyukai cerita bijak, CERITA SEX PEDAGANG, ceritasexpedagang, cerita sex kebumen, sex pedagang, cerita sek kebumen, cerita mesum kebumen, Sex ibu kebumen, pedagangsex, kumpulan cerita ngewe ama pedagang, Kisah mesum dng pedagang, cerita bokep pedagang, cerita sex pembeli dan pedagang, cerita sex pedagang bakso facebook, cerita mesum dgn pedagang, cerita mesum di angkot, cerita seks sama pembeli, cerita seks ngewe dengan pedagang, Cerita seks - pedagang pedagang siomay, Cerita Ngewe kebumen cerita teladan dan kisah bijak ini, dan merasa berguna, silahkan beritahu teman anda dan orang lain dengan menyebarkannya lewat Facebook dengan meng KLIK tombol di bawah ini.


OBAT jerawat Ampuh BPOM